THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 07 Januari 2010

Ekspor Non-Migas Mencapai Rekor

Ekspor Non-Migas Mencapai Rekor

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekspor non-migas Indonesia hingga September tahun ini kemungkinan besar akan mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah.

Ini berdasarkan data sementara yang masuk ke Departemen Perdagangan. Menurut sumber Tempo di Departemen Perdagangan, pada periode Januari-September tahun ini ekspor tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2003.

"Ini hal yang luar biasa. Ekspor tadi mencapai nilai tertinggi dalam sejarah Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat (29/10).

Dia mengaku pada awalnya ada kesalahan memasukkan data nilai ekspor. Namun, setelah diteliti kembali ternyata tidak ada kesalahan. "Saya juga kaget. Kemudian saya minta untuk dicek, mungkin ada kesalahan memasukkan data. Ternyata enggak," ujarnya.

Direktur Divisi Statistik Ekspor BPS Dantes Simbolon menjelaskan, kenaikan nilai ekspor sampai sembilan persen sangat mungkin terjadi. Namun, dia mengaku belum tahu secara pesis "Saat ini masih dalam perhitungan final," kata Dantes kepada Tempo dan The Jakarta Post.

Kenaikan sembilan persen tadi merupakan kenaikan kumulatif dari nilai ekspor pada periode Januari-September tahun lalu, yaitu sebesar US$ 3,5415 miliar.

Dengan naik sembilan persen, berarti pada bulan September kemungkinan besar ekspor Indonesia mencapai US$ 5474,6 juta. Sehingga, jika digabung sampai periode Agustus tahun ini maka total ekspor hingga September mencapai US$ 3,8601 miliar.

Dantes menjelaskan, kenaikan ekspor Indonesia disebabkan beberapa faktor. Pertama, trend perkembangan perekonomian dunia yang meningkat. Selain itu, Indonesia juga terbawa pertumbungan ekonomi Cina yang sedang melesat.

Kedua, penggunaan sistem pengolahan data statistik ekspor. "Saat ini kami menggunakan soft copy. Sedangkan sebelumnya kita masih menggunakan hard copy," kata Dantes.

Dalam hard copy sering terjadi keterlambatan input data, data tercecer atau bahkan ada data yang tidak masuk. Sehingga, data pada bulan sebelumnya akan masuk pada data bulan September kemarin. "Dengan hard copy sering menimbulkan carry over yang biasanya masuk pada bulan selanjutnya," jelas Dantes.

Sedangkan, dengan soft copy kecepatan data masuk semakin tinggi dan cepat. Sehingga terlambatan atau bahkan data yang tercecer tidak terjadi. "Maka wajar jika pada Septermber kemarin nilai ekspor akan menunjukkan angka yang tinggi," katanya. Namun demikian, ia menegaskan, angka ekspor bulan September yang telah disebut masih belum final, karena masih menunggu hasil penghitungan akhir.

0 komentar: