THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 07 Januari 2010

Rasio Pemboran Eksplorasi Wild Cat Capai 50%

Rasio Pemboran Eksplorasi Wild Cat Capai 50%

Minggu, 3 Januari 2010 - 09:17 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI
JAKARTA - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi mampu mempertahankan sucsess ratio pemboran eksplorasi wild cat mencapai 50 persen. Pencapaian success ratio sebesar ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang besarannya antara 20-30 persen.

”Dengan pencapaian sebesar itu membuktikan bahwa kemampuan operator-operator perminyakan kita sudah teruji”, ujar Kepala BP Migas R Priyono dalam acara Press Conference akhir tahun antara BP Migas dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti dikutip dalam situs ESDM, di Jakarta, Minggu (3/1/2010).

Dijelaskannya, KKKS sudah semakin mengenal daerah-daerah eksplorasinya, semakin menguasai teknologi eskplorasi di Asia Pasifik terutama di Indonesia.

Tahun 2009 telah dilakukan pemboran sumur eksplorasi sebanyak 73 sumur. Hingga November 2009, terdapat 50 sumur yang sudah selesai dites, dengan penemuan sebanyak 33 buah maka rasio kesuksesan pemboran sumur eksplorasi sebesar 46 persen, atau lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 20-30  persen.

Pencapaian sukses rasio tersebut juga membuktikan bahwa prospek kegiatan industri hulu migas di Indonesia masih cukup menjanjikan. Wild cat (Taruhan) merupakan sumur eksplorasi yang dibor di daerah yang masih belum terbukti mengandung minyak yang berdasarkan pertimbangan geologis diharapkan mempunyai akumulasi hidrokarbon.

Dalam kesempatan yang sama R. Priyono juga menambahkan, meski produksi minyak nasional belum mencapai target (98,91  persen) namun produksi gas bumi justru melampaui target nasional yang sudah ditetapkan (106  persen). Secara jumlah Barrel Equivalent minyak dan gas tahun 2009 lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Meskipun dari sisi produksi tidak memenuhi sasaran APBN namun pada akhirnya menurut Kepala BP Migas pada akhirnya masyarakat menilai dari sisi penerimaan negara, dalam Rupiah maupun US Dollar. Untuk tahun 2009 sebesar USD19,7 miliar atau melebihi target sebesar USD18,8 miliar.
(css)

0 komentar: